Beranda Cerita Kawan Mendengar Celoteh Kawan

Mendengar Celoteh Kawan

120
0
BERBAGI

Pagi ini, 13 Maret 2019, saya¬† dikunjungi seorang kawan. Belum juga kopi terhidang sudah nyerocos ndak karuan…

“Bang, kontestasi ini seperti pengulangan sejarah di negeri antah berantah,” katanya,”tatkala itu petahana yang diduga kuat terlibat konspirasi menjatuhkan atasannya, maju menggandeng seorang ulama, lalu dengan jumawa menyeret serta alat negara sebagai barisan tim pemenangan mereka.”

Ia masih nerocos,”Dan kita semua tahu pada saat itu kontestasi dimenangkan oleh pehak yang tak diduga, tak dinyana. Juga kita tahu, akibat kalahnya sang petahana memakan korban seorang kepala staf yang gagal menjadi panglima. Pun kita tahu, dadai sang kepala pengaman yang tetap dipertahankan sebagai kepala pengaman meskipun secara telanjang menunjukkan keberpihakan pada petahana yang tumbang, jadi kikuk menjalankan sisa masa jabatan.”

“Jadi, tatkala ngaciro back to solo, biarkan saja parto tetap mengepalai itu institusi; sehingga dalam kikuknya dia bisa membenahi dan membersihkan sendiri sesiapa saja bawahannya yang terseret ikut dirinya melarut dalam politik mempertahankan kekuasaan,” ujarnya.

Menghadapi celoteh kawan tersebut, oleh karena sejauh yang saya juga tahu, pada level bawah banyak yang tak suka ketika lembaganya terseret dalam pusaran politik praktis begini rupa, apalagi merekanya memang tak punya hak pilih, saya diam dan kembali menghadapi dengan senyuman saja.

Yozi Rizal