Beranda Sudut Pandang Beli Durian Kelompok 2

Beli Durian Kelompok 2

111
0
BERBAGI

Dua kelompok orang mendatangi toko buah-buahan untuk menitipkan buah durian milik masing-masing kelompok guna dipajang di etalase alias dijajakan.

Kelompok pertama bersikeras menyatakan, duriannya istimewa, kalau bahasa kami sebagai shoeboek the rondom iroeng. Namun, mereka tak mengizinkan siapa pun untuk membelah, apalagi mencicipi duriannya. Dengan gaya bangor tetap mengatakan bahwa duriannyalah yang paling berkualitas, berkapabilas, berkapasitas, serta bersikeras agar duriannya yang laku.

Berbeda pada kelompok 2,  mereka justru meminta agar para pengelola toko mempersilakan sesiapa saja dari para pembeli dapat membelah serta mencicip durian jualannya; menakar sejauh mana kenikmatan, serta ketebalan isinya.

Sungguh celaka, para pengelola toko justru mengakomodir keinginan pihak pertama. Mereka seakan menutup mata dan buta telinga sehingga tidak menangkap psikologi para pembeli yang mulai meragukan integritas dari pengelola toko, sehingga berpotensi menciptakan distrust terhadap toko yang mereka kelola.

Celakanya lagi, itu toko buah hanya satu-satunya. Apabila sudah tercipta distrust, sangat mungkin akan mengundang gelombang protes yang kencang terhadap hasil penjualannya.

Entah sikap apa yang akan diambil oleh para kawula, akan tetapi, sebagai wujud syukur pada Illahi Rabbi atas karunia- Nya akan akal; maka dengan diawali mengucap Bismillahirrahmanirrahim… saya mengajak semua untuk membeli durian kelompok 2, dan secara sukarela mengawal prosesnya hingga akhir. Supaya penjualan durian tersebut berlangsung dengan baik dan legitimate, sehingga kita semua dapat berproses dalam interaksi keseharian tanpa harus dihantui rasa was-was.

Terhadap sesiapa saja yang bertahan untuk tidak membeli durian mana pun dari 2 kelompok tersebut, saya kira semua akan menghargai. Karena tidak memilih pun adalah sebuah pilihan, meski tak salah juga secara ikhlas ikutan mengawal prosesnya hingga akhir. Hal ini untuk memastikan azaz berjualan yang kita kenal sebagai langsung, umum, bebas dan rahasia itu benar-benar terjadi.

Yozi Rizal